Langsung ke konten utama

Bingung





BINGUNG


Oleh : wawan mashuri

Kulihat seorang penulis buku dikala itu,

Sedang menari-narikan sebuah pena dimedan kertas putih yang terukir banyak coretan – coretan yang mengandung sebuah artikel makna terserndiri,

Tak sengaja aku membaca tulisannya yang penuh coretan itu,

Disitulah menceritakan perjalanan seorang pemuda yang menyusuri lorong gang diseberang jalan,

Hembusan angin yang seolah-olah mengajak pemuda itu untuk menyusuri lorong tersebut,

Mungkin, angin ini mengandung arti yang mengajak aku ke suatu titik tertentu dimana ada sebuah kebahagian, “kata hati seorang pemuda itu”,

Tanpa pikir panjang, pemuda itu menerima ajakan sebuah hembusan angin tadi,

 Disitulah pemuda itu tercengang melihat sekumpulan orang-orang yang disinari sebuah cahaya dari gemerlapnya bintang,

Hati ini mulai bingung, arti semua itu,”kebingungan wajah seorang pemuda”,

Dari kebingungan itu, si pemuda itu duduk sambil melihat – lihat ke atas dan mulai memutar otak,

Tak tahu kenapa yang awalnya awan terlihat murung, kini menjadi cerah karena melihat senyuman dari sang bintang yang begitu merona,

Dari situlah pemuda itu mulai mengerti dan menyimpulkan dalam hati yang masih mengandung kebingungan,”ah wagu banget si”,

Jawaban hati dari kebingungan tadi,


Jombang, 29/03/19

Komentar

  1. Dan aku merasa bingung. Membaca puisi indah yang membawaku menjadi "ah wagu banget si"

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

"MEMAHAMI KI HAJAR DEWANTARA SEUTUHNYA" ( kongkow pendidikan edisi ke-2 )

MEMAHAMI KI HAJAR DEWANTARA SEUTUHNYA ( Rangkuman hasil kongkow edisi-2 ) Oleh Dikma Prasetyo Tokoh RM Soewardi Soerjaningrat yang kemudian dikenal sebagai Ki Hadjar Dewantara merupakan tokoh pendidikan yang sangat fenomenal. Walaupun predikat dokter tidak dapat diraihnya, akan tetapi tokoh ini justru berkembang dalam bidang jurnalistik. Kiprahnya di bidang politik diwujudkan dalam tulisan-tulisan yang dimuat di koran dan majalah baik terbitan Hindia Belanda maupun negeri Belanda.  Sebagai tokoh yang mahir dalam menulis, ia memiliki pengalaman yang unik karena ia ditahan bahkan dibuang akibat dari tulisan yang dihasilkannya. Selama masa pembuangan, ia pun tetap menulis bahkan sering tenaganya dipinjam untuk menulis di koran/mingguan Belanda. Profesi sebagai jurnalis dan politikus ditinggalkan setelah kembali dari pengasingan. Ki Hadjar Dewantara akhirnya berkecimpung di bidang pendidikan setelah ia mendirikan lembaga pendidikan yang diberi nama Pergerakan Pend...

URGENSI DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH FORMAL ( Kongkow Pendidikan edisi - 1 )

URGENSI DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER Oleh Dr. Nur ‘Azah, M.Pd.I ( Hasil Kongkow Pendidikan Edisi - 1 dirangkum oleh Ahmad Kamal Murod ) Dewasa ini persoalan karakter telah menjadi sangat penting bagi keberlangsungan sebuah bangsa atau negara sebab maju atau mundurnya suatu bangsa dapat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Mengutip dari   pernyataan Theodore Rosevelt “Mendidik seseorang hanya karena pikirannya saja dan tidak pada moralnya sama artinya dengan mendidik seseorang yang berpotensi menjadi ancaman bagi masyarakat”. Berbicara tentang pendidikan sendiri menurut berbagai literatur yang   penulis temukan   menunjukkan sebuah definisi bahwa pendidikan adalah sebuah proses yang kontinu dalam membentukan manusia yang seutuhnya (insan kamil) pendidikan juga sejatinya memiliki tujuan utama agar manusia dapat mengembangkan kemampuan serta potensi dalam dirinya untuk nantinya dibawa kedalam kehidupannya sehari-hari dalam ber...

BACALAH ( edisi - 4 )

BACALAH Oleh Mutmainnah Anak muda menjadi   agen penting dalam suatu perubahan, dimana mereka harus tahu betul mengenai segala pembaruan zaman disekitar mereka. Begitu pula mengenai ilmu yang diterapkan sejak awal pertama masuk sekolah yaitu  membaca. Allah SWT telah   menurunkan firman-Nya melalui malaikat Jibril kemudian disampaikan kepada nabi Muhammmad. Ayat pertama yang diturunkan Allah ke bumi adalah   إقرأ yang berarti membaca, menganalisa, mendalami, merenungkan, meneliti. Karena kata إقرأ tidak diikuti maf’ul bih , maka yang dibaca adalah apa saja, baik itu “membaca” secara teks seperti buku-buku,koran, maupun “membaca” secara kontekstual seperti tadabur alam, menganalisa dan meneliti dinamika masyarakat dan diri pribadi. Kita tahu betul seberapa pentingnya manusia harus membaca, sebab membaca termasuk salah satu hal yang menyangkut kesehatan. Seperti yang dikatakan Heinrich Man   bahwa bagaimana rasanya kita hidup di dunia ini ta...